Home » » Tujuan Aqidah Islam

Tujuan Aqidah Islam

Written By nDoc on Jumat, 21 September 2012 | 19.05


Orang yang mempelajari suatu ilmu, pasti mempunyai tujuan. Demikian juga halnya dengan orang yang mempelajari akidah Islam. Adapun tujuan mempelajari akidah Islam antara lain sebagai berikut ;
1.         Agar mendapatkan tuntunan untuk mengembangkan dasar ketuhanan yang telah ada sejak lahir.
Manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia cenderung mengakui adanya Tuhan.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu? “. Mereka menjawab : “ Betul (Engkau Tuhan kami),kami jadi saksi “. (Kami lakukan demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “ Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang yanga lengah terhadap ini (keesaan Allah). Atau agar kamu tidak mengatakan : “ Sesungguhnya orang –orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedangkan kami adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engakau akan membinasakan kami karena perbuatan-perbuatan orang-orang yang sesat dahulu”. (QS. Al- A’raf / 7 : 172 – 173).

Berdasarkan firman Allah tersebut, dapat dipahami bahwa tiap-tiap orang telah mengakui dan meyakini adanya dzat Allah, dan pengakauan serta keyakinan itu telah ada sejak lahir. Untuk mengembangkan dasar ketuhanan ini, Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada orang tua untuk selalu menjaga dan mendidiknya dengan baik, agar dasar ketuhanan yang telah ada dapat berkembang sesuai dengan fitrah Islam.
Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ. رواه البخاري
Artinya :
“Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah SAW; “Setiap anak yang dilahirkan pasti dalam keadaan fitrah (beragama Islam), maka orang tuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi, Nasrani atau Majusi” (H.R. Bukhari)

2.         Untuk menghindarkan diri dari pengaruh kehidupan yang sesat atau jauh dari petunjuk hidup yang benar.
Dan sungguh, inilah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa”.(QS. Al- An’am /6 : 153)

3.         Membimbing manusia untuk berkeyakinan kepada Allah SWT. Tanpa petunjuk agama manusia bisa tidak sampai mengenal Tuhan dengan benar. 
Al-Quran itu sebagai petunjuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)”.(QS. Al- Baqarah /2 :185)

4.         Untuk menjaga manusia dari kemusyrikan
Untuk mencegah manusia dari kemusyrikan dan tetap mengesakan Allah, diperlukan adanya tuntunan yang jelas tentang kepercayaan kepada Allah.

“ Dan Tuhanmu adalah Allah yang maha Esa tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang maha Pemurah lagi maha Penyayang”.(QS. Al- Baqarah /2 : 163)

5.         Untuk lebih memupuk ketebalan iman dengan mencintai dan taat kepada Allah dan rasul-Nya.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

gunakan kata-kata yang sopan di dalam komentar

 
Support : Creating Website | nDoc Template
Copyright © 2012. n-Doc - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by nDoc Template
Proudly powered by Blogger